jump to navigation

Sayang anak?! Be carefull anytime, anywhere ! Mei 20, 2009

Posted by iapky in Pengumuman.
trackback

Kisah ini saya forward-kan dari email yg saya trima dari alumni JKL Poltekkes Yogyakarta.  Semoga menjadi perhatian kita smua.

Ini adalah kisah nyata yang terjadi di Kota Pekanbaru, Propinsi Riau, Sumatera.

Beberapa saat yang lalu seorang ibu yang merupakan Istri seorang dosen di Kota Pekan baru telah kehilangan anak laki-lakinya berusia belia. Kira-kira umurnya 8 hingga 9 tahun (kelas 2 SD). Anak itu berparas cukup ideal, sehat dan pintar.

Setelah seminggu hilang dengan segala upaya dicari tetapi tidak membuahkan hasil. Limabelas hari Kemudian salah seorang dosen lain yang merupakan teman dari suaminya melihat seorang anak dengan pakaian lusuh compang camping dan telah menjadi pengemis yang Fakir dan papa. Teman dosen itu melihat anak yang dimaksud di salah satu kota besar di Jepang. Dia kaget dan mengira-ngira rasanya dia pernah lihat anak itu. Akhir kata dia ingat, itu adalah putra teman yang seprofesi dengannya di Pekan baru.

Kemudian dengan segera dia menelpon ke Pekan baru dari Jepang. Ternyata benar anak itu adalah anak temannya. Singkat cerita anak itu akhirnya diboyong kembali ke Indonesia. Alangkah gembiranya si Ibu ketika tahu anaknya akan kembali. Tapi apa yang terjadi??? Anak itu memang bisa pulang dan bertemu dengan kedua orangtua nya tetapi tidak bisa lagi bicara karena telah kehilangan lidahnya yang sengaja dipotong supaya tidak bisa memberikan informasi. Apa yang terjadi dengan anak itu?? Setelah diperiksakan ke dokter ternyata salah satu ginjalnya telah diambil secara paksa melalui operasi untuk di jual kepada yang membutuhkan.

Alangkah malangnya nasib anak itu, setelah ginjalnya di ambil dia harus kehilangan lidahnya agar tidak bisa dikorek informasi darinya.
Dan ibu si anak sangat stress dengan kejadian ini. Dimana hati nurani orang yang telah berbuat zalim ini. Dia dapat keuntungan dari menjual dan mencuri ginjal tetapi balasanya dia menuntut untuk memotong lidah anak yang telah diambil ginjalnya tadi. Ini pelajaran buat kita semua untuk hati-hati terhadap anak-anak kita. Jangan sekali-kali lepas dari perhatian kita. Apalagi ketika membawa mereka ketempat keramaian seperti pasar dan mall serta tempat wisata lainnya..

Kemudian kalau anak-anak tersebut pergi ke sekolah sebaiknya ada kakak atau temannya yang menemani kalau orangtuanya tak bisa.

Semoga kisah pilu ini tidak terjadi pada keluarga kita. Dan semoga orang zalim seperti itu mendapat ganjaran yang setimpal. Kok ada manusia yang begitu zalim didunia ini. Mulanya saya mengira hanya ada di film dan sinetron.

Dr. Leo Marcelinus Handoko HP., SpKJ, MSc
Psychiatrist & Consultant of Nerve Revitalization

(Di copas dari Milis Femina).

Ada baiknya jika info ini bisa disebarluaskan untuk teman2 alumni yang lainnya, agar slalu waspada, kapan saja, dimana saja.

Komentar»

1. dedekusn - Mei 20, 2009

Makasih artikelnya… bagus


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: