jump to navigation

Program studi Poltekkes Depkes Yogyakarta Maret 16, 2009

Posted by iapky in Pengumuman, poltekkes update.
trackback

Sudah tahukah anda program studi apa saja yg ada di lingkungan 6 jurusan Poltekkes Depkes Yogyakarta saat ini ?

Lingkungan dalam Kampus I Poltekkes Yk

Inilah informasi tentang program studi yang di lingkungan Poltekkes Depkes Yogyakarta tsb:  1)

1.  Jurusan Analis Kesehatan:

  • D-III Kelas Reguler
  • D-III Kelas Swadana
  • D-III Program Khusus Analis Kesehatan
  • D-IV Analis Kesehatan

2.  Jurusan Gizi:

  • D-III Kelas Reguler
  • D-III Kelas Swadana
  • D-IV Peminatan Clinical Nutrition
  • D-IV Peminatan Community Dietetic

3.  Jurusan Kebidanan:

  • D-III Kelas Reguler
  • D-III Kelas Swadana
  • D-III Kelas Khusus Kab. Bengkayang, Kalimantan
  • D-III Program Khusus Sleman
  • D-III Kelas Khusus Kab. Sorong Selatan, Papua.
  • D-IV Bidan Pendidik
  • D-IV Kedaruratan Neonatal

4.  Jurusan Keperawatan:

  • D-III Kelas Reguler
  • D-III Kelas Swadana
  • D-III Program Khusus Gunung Kidul
  • D-III Program Khusus RS Dr. Sardjito, Yogyakarta
  • D-IV Medikal Bedah
  • D-IV Keperawatan Gawat Darurat
  • D-IV Anestesi Reanimasi
  • Kelas Khusus Kab. Sorong Selatan, Papua.

5.  Jurusan Kesehatan Gigi:

  • D-III Kelas Reguler
  • D-III Kelas Swadana
  • D-IV Dental Specialis Assistant

6.  Jurusan Kesehatan Lingkungan:

  • D-III Kelas Reguler
  • D-III Kelas Swadana
  • D-IV Peminatan K3 ISO
  • D-IV Peminatan Epidemiologi
  • Kelas Khusus Kab. Sorong Selatan, Papua.

Bagi para alumni D-III Poltekkes Depkes Ykt/ lulusan Akademi2 Kesehatan swasta lainnya, (seperti Akzi, Akper, Akbid, AKL swasta) yang ingin meningkatkan kariernya dgn melanjutkan studinya ke jenjang yg lebih tinggi dapat mendaftar di program D-IV yang ada di Poltekkes Depkes Yk,
krn sejak TA. 2008/2009, ke-6 Jurusan yg ada dilingkungan Poltekkes Depkes Ykt telah membuka prodi D-IV, disamping biaya kuliah yg lebih terjangkau dibandingkan jika melanjutkan ke S-1, juga akan sangat sesuai dgn jalur  pendidikan & keahlian yg telah diperoleh sebelumnya. Secara kepangkatan, lulusan D-IV ijazahnya diakui setara dgn lulusan S-1.

Change ! Jangan pernah merasa puas dgn ilmu/ijazah D-III yg telah dikantongi (dan sudah berjamur/kecoklatan itu…he2). Ingat khan dgn pesan bijak ini?! “Tuntutlah ilmu dari ayunan hingga ke liang lahat, Tuntutlah ilmu hingga ke negeri China.”

Berubahlah, krn tuntutan jaman menghendaki orang2 yg memiliki kualifikasi keilmuan, ketrampilan dan penguasaan teknologi yg lebih up to date, dari waktu ke waktu.

Sebagai selingan, berikut ini ada sebuah kisah yg semoga memotivasi bagi kita semua untuk terus menerus menuntut ilmu, karena ilmu itu lebih baik dari pada harta. 2)

Diriwayatkan suatu hari sepuluh orang terpelajar mendatangi Imam Ali ra. Mereka ingin mengetahui mengapa ilmu lebih baik daripada harta dan mereka meminta agar masing-masing dari mereka diberikan jawaban yang berbeda. Imam Ali ra menjawab sebagaimana berikut:

  1. Ilmu adalah warisan Nabi, sebaliknya harta adalah warisan Firaun. Sebagaimana Nabi lebih unggul daripada Firaun, maka ilmu lebih baik daripada harta.
  2. Engkau harus menjaga hartamu, tetapi Ilmu akan menjagamu. Maka dari itu, Ilmu lebih baik daripada harta.
  3. Ketika Ilmu dibagikan ia semakin bertambah. Ketika harta dibagikan ia berkurang. Seperti itulah bahwa ilmu lebih baik daripada harta.
  4. Manusia yang mempunyai banyak harta memiliki banyak musuh, sedangkan manusia berilmu memiliki banyak teman. Untuk itu, ilmu lebih baik daripada harta.
  5. Ilmu menjadikan seseorang bermurah hati karena pandangannya yang luas, sedangkan manusia kaya dikarenakan kecintaannya kepada harta menjadikannya sengsara. Seperti itulah bahwa ilmu lebih baik daripada harta.
  6. Ilmu tidak dapat dicuri, tetapi harta terus-menerus terekspos oleh bahaya akan pencurian. Maka, ilmu lebih baik daripada harta.
  7. Seiring berjalannya waktu, kedalaman dan keluasan ilmu bertambah. Sebaliknya, timbunan dirham menjadi berkarat. Untuk itu, ilmu lebih baik daripada harta.
  8. Engkau dapat menyimpan catatan kekayaanmu karena ia terbatas, tetapi engkau tidak dapat menyimpan catatan ilmumu karena ia tidak terbatas. Untuk itulah mengapa ilmu lebih baik daripada harta.
  9. Ilmu mencerahkan pikiran, sementara harta cenderung menjadikannya gelap. Maka dari itu, ilmu lebih baik daripada harta.
  10. Ilmu lebih baik daripada harta, karena ilmu menyebabkan Nabi berkata kepada Tuhan “Kami menyembah-Nya sebagaimana kami adalah hamba-hamba-Nya”, sementara harta membahayakan, menyebabkan Firaun dan Nimrud bersikap congkak dengan menyatakan diri mereka sebagai Tuhan.

Sumber:
1. Data primer jajaran Pudir I Poltekkes Depkes Ykt
2. Situs surrender2god

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: